Pacaran Setelah Menikah, Why Not !


Wahai bidadari, kita adalah salah satu pasangan yang beruntung mendapatkan karunia ini. Bekomitmen menikah tanpa proses pacaran. Dengan segala keraguan yang ada, kita memilih untuk berkomitmen menikah karena Allah swt. Semoga Allah swt mengindahkan proses pacaran kita SETELAH MENIKAH.

***

Wahai bidadari, kalau kita mendengarkan lagu, banyak sekali lagu yang menceritakan tentang pacaran. Kalau kita menonton film, banyak sekali film itu menceritakan tentang kisah pacaran. Pacaran adalah life style masa kini, yang ga pacaran seolah ga keren, yang jomblo seakan ga laku.

Namun, kita melawan arus, kita anti mainstream, kita baru bertemu 2 hari langsung saya mengajukan diri untuk meng-khitbah-mu. Lalu kita melangsungkan acara khitbah, apakah kamu melihat ini sangat luar biasa? berkomitmen menikah tanpa proses pacaran.

Wahai bidadari yang baik hati, banyak orang yang ragu untuk menikah tanpa pacaran, mungkin kamu sendiri juga diliputi keraguan awalnya. Banyak sekali bisikan-bisikan syetan pastinya,

“kalau ga pacaran berarti ga ada proses perkenalan dulu dong?”

 “kalau ga pacaran, kita ga akan tau karakternya dia dong?”

“kalau ga pacaran nanti menyesal setelah menikah karena salah pilih loh?”

“kalau ga pacaran, seperti beli kucing dalam karung”

bla bla bla bla bla… dan bisikan-bisikan yang lainnya…

Wahai bidadari, jalan yang kita pilih ini insya allah adalah jalan yang baik. Asal jalan yang kita pilih ini diniatkan karena memuliakan Allah swt. Komitmen untuk menikah tanpa pacaran yang diniatkan karena memuliakan Allah swt adalah jalan yang baik untuk kita sekarang dan kedepannya insya Allah. Semoga hubungan kita kelak selalu diberikan kaharmonisan, keberkahan, dan diberi panjang umur dalam kesehatan dan kebahagiaan. Aamiin…

Wahai bidadari yang baik, kita akan pacaran, tapi kita pacarannya setelah menikah. Itulah yang akan kita lakukan setelah akad nanti Insya Allah. Pertama, kita akan pergi ke pulau dewata untuk menghabiskan cuti dan mengisi 'golden time' kita berdua. Bukankah menyenangkan pacaran setelah menikah? kita bisa “traveling halal”? hehe...


Jadi, pacaran setelah menikah? why not !, we will do it.. may Allah swt always bless us :D  

(YS To ZSH 5)

Selalu Bersamamu, Bidadariku..


Setelah kamu menerima khitbahku, tertutup hati ini untuk wanita lain. Aku hanya mengizinkan kamu yang mengisi hatiku. Kamu akan menjadi separuh jiwaku. aku ingin selalu bersamamu dalam suka dan duka, kuharap kita selalu bersama membangun cinta karena Ilahi.

***

Setelah menikah kita akan menjadi satu jiwa dalam dua raga
Sedih, bahagia, suka duka tentunya akan kita lewati bersama
Lika-liku kehidupan memang akan kita hadapi bersama
Kuharap kita bisa menghadapi semua bersama, bidadariku

Bersamamu adalah karunia yang indah dari Tuhan
Kamu mempunyai banyak pilihan untuk kamu pilih sebagai teman hidup
Tapi kamu memilihku untuk selalu menemanimu
Tentu itu adalah karunia yang sangat indah bagiku

Kamu bersedia menerima aku apa adanya dengan segala kekuranganku
Kamu bersedia menjadi penyejuk mata pelipur lara disaatku gundah
kamu bersedia mendengarkan celotehanku dan sabar mengahadapi keegoisanku
Harus seperti apa aku membalas semua kebaikanmu, wahai bidadariku?

Bidadariku, ajari aku untuk selalu mencintaimu dengan baik
Beritahu aku apa yang kamu suka dan apa yang kamu tidak suka
Beritahu aku apa yang harus aku perbaiki dari sikapku
Karena aku ingin menjadi yang terbaik saat bersamamu

Selalu bersamamu adalah hal terindah dalam hidupku
Sendiri mungkin aku akan banyak menghabiskan waktu dengan hal yang sia-sia
Tapi kelak bersamamu, senda gurau pun menjadi pahala
bukankah itu hal yang luar biasa, karenanya aku ingin selalu bersamamu bidadariku

Bersamamu, kita akan tumbuh bersama
Kita akan menua bersama-sama
Sampai kita tidak mampu lagi berbuat apa-apa dalam hidup ini
Saya harap kita akan melewati waktu yang panjang bersama dalam kebaikan

Hidup bersama dengan baik, berkata baik, bersikap baik, dan selalu memperbaiki diri
Saya harap kita akan membesarkan anak-anak kita dengan baik
Ajari aku untuk menjadi suami dan ayah yang terbaik untuk kalian
Kamu mempunyai banyak pengetahuan dalam hal itu, ajari aku wahai bidadariku

Sesungguhnya aku mahluk yang lemah
Yang sering merasa gelisah dan gundah
Jadi tolong bersabarlah dalam menghadapiku wahai bidadari
Peluk dan ciumlah aku saat aku gelisah

Kuatkan aku saat aku merasa lemah
temani aku saat aku butuh kamu
Sabarkan aku ketika aku merasa tak sabar
Tolong jangan berselisih saat aku lelah bekerja

Wahai bidadariku, terima kasih telah memilihku
Terima kasih sudah mau menjadi teman hidupku
Terima kasih sudah mau bersamaku mengarungi hidup ini
Terima kasih sudah mau menua bersama-sama

Akan kuhadiahkan hidupku untukmu
Akan kupastikan tiada wanita lain selainmu
Walaupun itu tak cukup membalas kebaikanmu
Aku hanya berharap kamu bahagia saat kita bersama         

(YS To SZH 4)

Cinta Membutuhkan Persahabatan


Jika kita tidak bisa bersahabat, maka akan sangat sulit untuk membangun cinta. Setelah menikah kita akan selalu bersama, jika kita tidak bisa menjadi sahabat baik, maka hari-hari akan seperti di neraka. Sebaliknya, jika kita mampu bersahabat dengan baik, rumah itu serasa surga.

***

Wahai bidadari yang baik hati, tepat sebulan lagi dari hari ini 18 September 2014 kita akan melangsungkan akad nikah insya allah. Namun apakah pernah terfikirkan olehmu setelah akad nikah nanti, kita akan selalu bersama, siang malam, tiap hari, tiap bulan, tiap tahun, kita akan selalu bersama-sama insya allah sampai azal memisahkan kita sementara. Dan semoga kita berkumpul kembali di surgaNya. aamiin..

Wahai bidadari yang nanti menjadi penyejuk hati, jikalah umur kita panjang atau sampai diusia rata-rata harapan hidup yaitu 70 tahun, maka kita akan selalu bersama dalam waktu sekitar 40-50 tahun kedepan. Yah, kita menghabiskan 2/3 umur kita dalam kebersamaan setelah menikah nanti.
Tentu 40-50 tahun itu bukanlah waktu yang sebentar, itu adalah waktu yang panjang. Oleh karena itu, dalam waktu yang panjang itu tentunya kita ingin melewati setiap tahun, setiap bulan, setiap hari, bahkan setiap detiknya dengan kebahagiaan bukan?. Yah, saya juga ingin melewati hari-hari yang indah dan bahagia itu denganmu.

Oleh karena itu wahai bidadari, supaya hari-hari kita bersama itu menjadi indah dan bahagia, kita perlu menjadi sahabat, bukan sekedar sahabat tapi menjadi sahabat baik, atau kata anak-anak kita itu harus jadi BFF (Best Friend Forever). hehe..

Sangat banyak saya melihat contoh kehidupan rumah tangga diluar sana yang gagal menjaga keharmonisan keluarga, dikarenakan mereka tidak bisa bersahabat satu sama lain. Komunikasi jarang, asyik dengan hobi masing-masing, sibuk dengan pekerjaan masing-masing, ‘keukeuh’ dengan ego masing-masing, lebih senang curhat dengan orang lain daripada dengan pasangan, anak tidak mendapat perhatian, sampai terjadi penghianatan terhadap pasangan. Tentunya kita tidak ingin kehidupan keluarga kita kelak menjadi seperti itu. Naudzubillah tsumma naudzubillah…

 Wahai bidadari, sebelum dilanjutkan mari kita berdo’a bersama-sama dari sekarang, semoga kehidupan keluarga kita nanti menjadi keluarga yang harmonis, bahagia dalam naungan kasih sayang Allah swt. Semoga Allah swt menjadikan rumah kita kelak seperti surga, yang kita betah tinggal disana karena kita merasa tenang, tentram, dan nyaman saat bersama-sama. aamiin..

Semoga setelah kita meluruskan niat untuk menikah karena untuk memuliakan Allah swt, maka Allah senantiasa membantu kita dalam membangun cinta karenaNya dan menjadikan kita sabaik-baiknya sahabat, sebaik-baiknya teman hidup, sebaik-baiknya teman sejati, sebaik-baiknya belahan jiwa.
Wahai bidadari, untuk bisa menjadi BFF (best Friend Forever) tentunya kita butuh untuk menjalankan komitmen yang sudah kita sepakati bersama-sama. Disana dapat kita cermati bagaimana caranya agar kita bisa menjadi BFF. Hanya sekarang, saya akan menuliskan apa-apa yang pernah kita diskusikan sebelumnya tentang kehidupan setelah menikah. Saya fikir ada poin-poin penting yang bisa saya goreskan disini untuk menjadikan kita BFF, saya fikir kita akan melakukan hal-hal ini setelah menikah nanti;
1.    1.  Makan diusahakan selalu bersama

2.      2. Ngobrol bersama minimal 30 menit setiap hari, tentunya tidak ngomongin orang lain atau gossip yah hehe..

3.      3. Selalu menjaga hak-hak sahabat seperti menjaga senyuman, salam, sapa, sopan, santun

Mungkin hal-hal diatas seperti hal kecil saja, tapi saya banyak melihat kehidupan rumah tangga yang tidak harmonis kebanyakan tidak melakukan hal-hal kecil seperti diatas.

Sekali lagi, semoga Allah swt yang Maha Lembut melembutkan hati kita untuk bisa saling berbuat baik kepada pasangan dan keluarga. karena sebaik-baiknya manusia dialah yang paling baik sikapnya terhadap pasangan dan keluarganya.


YS To SZH 3

Will You Marry Me?


Jatuh cinta itu sementara, setelah menikah kita akan membangun cinta karena Ilahi. Kita berdo’a semoga Allah swt menghadirkan diantara kita rasa kasih sayang yang abadi, selalu bersama dalam kebahagiaan hingga kita dikumpulkan kembali di surga.

***

Wahai bidadari, ingatkah saat saya bertanya, “apakah kamu bisa dilamar?
Saya mengerti kamu pasti kaget, karena kita ‘baru kenal dan bertemu dua hari saja’, hehe..
Mungkin kamu berfikir saya gila, memang. Dan tidak aneh manusia dibuat gila karena cinta, bukankah banyak orang yang “tergila-gila” pada pasangannya karena cinta sehingga melakukan hal yang gila?. Memang cinta itu energi luar biasa yang bisa membuat manusia melakukan hal yang dianggap ‘gila’.

 Wahai bidadari, pertama melihatmu saya merasakan jatuh cinta. Dan saya ingin mengarahkan cinta ini ke jalur “yang terhormat”. Jalur yang diridho’I oleh Allah swt, jalur yang mengikat kita dalam sebuah ikatan suci yang kuat, jalur yang membuat senda gurau kita menjadi pahala, jalur yang membuka pintu-pintu rezeki, jalur yang menyempurnakan agama, itulah jalur pernikahan.

Will you marry me? Yes you’re.. Saya tahu jawabannya adalah iya saat saya melihat Ibu saya memasukkan cincin ke jarimu dalam acara khitbah. Disana saya melihat tiga bidadari saling berdekatan. Ibumu, ibuku, dan kamu. Karena itulah dalam setiap goresan ini, saya memanggilmu bidadari.

Wahai bidadari yang baik hatinya,

Ya Allah, saya jatuh cinta…

Rasa suka saat jatuh cinta tidak akan bertahan selamanya. Rasa suka yang menggebu sebelum menikah bisa tiba-tiba hilang setelah menikah. dan saat rasa itu hilang maka yang mempertahankan hubungan adalah komitmen, persahabatan, dan kebersamaan.

***

Wahai bidadari yang nantinya akan menjadi pendampingku. Saya menyadari sesungguhnya bahwa rasa suka yang ada dalam hati ini yang sekarang meluap-luap untukmu, bisa saja lenyap seketika. Yah, rasa suka saat jatuh cinta itu bukanlah sesuatu yang abadi. Rasa suka ini bisa naik bisa turun. Bahkan dalam dunia sains dikatakan bahwa rasa cinta itu hanyalah karena tubuh kita memproduksi hormon “cinta”. Dan adakalanya hormon itu diproduksi secara berlebih sehingga rasa suka itu meluap-luap kepada pasangan, namun tubuh ini juga bisa berhenti memproduksi hormon itu yang membuat rasa suka itu hilang begitu saja.

Wahai bidadari yang nantinya akan menjadi teman hidupku. Memang saat pertama melihatmu saya merasakan rasa yang aneh, yang membuat mata ini ingin selalu melihatmu, yang membuat bibir ini ingin menyapamu dan memberikan senyuman terbaiknya untukmu,